Social Icons

Minggu, 15 September 2013

Mengapa Mengkafirkan Syi’ah?




Masih tentang kesesatan Syi’ah, sebuah tulisan belum lama ini saya temukan dari status seorang sahabat di facebook. Karena menarik, saya kemudian membagikannya di kronologi saya. Setelah dirunut, itu adalah tulisan dari saudaraku Abu Husein At-Thullaibi, semacam jawaban atas komentar seorang pemilik akun facebook Azan bin Noordien. Tema ”diskusi” itu sendiri adalah ”Soal Mengkafirkan Syi’ah.”  Saya menemukan tulisan ini kemudian diterbitkan di http://nahimunkar.com/. 

Kebetulan blog ”belajar islam” memiliki sebuah halaman khusus untuk membahas dan mengulas artikel-artikel sahabat dari berbagai sumber. Maka jadilah tulisan itu kita bahas di sini, tidak lain dengan niat ikut menyebar-luaskan kebenaran yang haq.

Untuk mengulas tulisan tersebut, sebelumnya kita lihat poin-poin pertanyaan dari Azan bin Noordien yang menjadi pangkal tolak dari tulisan Abu Husein At-Thullaibi. Azan mempertanyakan status Abu Husein yang memuat perkataan para ulama dan habib-habib Ahlus Sunnah Wal Jamaah tentang kesesatan dan kekafiran Agama Syi’ah sebagai berikut: 

  • “Syi'ah yg mana dulu nih... Syi'ah itu macam2 .. Syiah Zaidiyah?”
  • Terkesan Ahlussunnah mudah dalam hal mengkafirkan?
  • Jika Syi'ah memang kafir kenapa boleh berhaji oleh pemerintah Arab Saudi?
  • Fatwa Syeikh Khameini tentang larangan mencaci maki Istri dan Sahabat Nabi bukankah sudah cukup?
  • Bagaimana dengan ucapan Presiden Iran Ahmadinejad: “orang yang mencaci sahabat Nabi bukanlah Islam, tapi mereka adalah boneka dari musuh-musuh Islam.”
Menjawab komentar demikian, Abu Husein dalam tulisannya pertama-tama membenarkan adanya dikenal aliran Syiah Zaidiyah. Sebuah kelompok Syiah yang oleh para ulama Ahlussunnah umumnya hanya diberi label SESAT, tapi tidak sampai pada status KAFIR. Ini juga terkait dengan keyakinan Syiah Zaidiyah itu sendiri yang tidak sampai mengkafirkan para sahabat nabi seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Tetapi mereka tetap sesat (antara lain) karena LEBIH MENGUTAMAKAN Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu di atas Abu Bakar dan Umar Karramallaahu Wajhahuma.

Tapi sekarang ini kelompok Syiah Zaidiyah menurut Abu Husein sudah tidak ada lagi. Kalaupun masih ada hanya di sebagian kecil kawasan di Yaman. Karena itu menurutnya jelas bahwa Syiah dibicarakan hari ini tidak lain adalah SYIAH RAFIDHAH, yakni Syiah Ekstrim – kelompok Syiah yang dikafirkan oleh para ulama, yang sekarang TERSEBAR di seluruh dunia termasuk Indonesia dan berkembang terutama di Iran.

Adapun menjawab “tudingan” bahwa seolah-olah ulama Ahlus Sunnah terlalu mudah dalam Takfir (mengkafirkan) kelompok lain, dijawab oleh Abu Husein dengan mengajukan balik sejumlah pertanyaan (pertanyaan-pertanyaan ini sekaligus merupakan inti argumentasi KEKAFIRAN SYIAH, karena itu sengaja saya kutifkan sebagai berikut) :
  • “Salahkah Para Ulama itu mengkafirkan sebuah agama yang mengkafirkan Para Sahabat dan Istri-istri Rasulullah ?????
  • Salahkah Ulama mengkafirkan kelompok yang mengatakan bahwa Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu’anha itu Pelacur ????
  • Sekarang saya tanya, apakah tidak KAFIR orang yang meyakini bahwa Tanah Karbala LEBIH MULIA dari pada Ka’bah ???????
  • Apakah Tidak Kafir kelompok yang memuja-muja Pembunuh Umar Bin Khathab ?????
  • Apakah Kelompok yang dalam ajarannya tidak ada Shalat Jum’at itu TIDAK KAFIIR ?????
  • Syi’ah juga mengkafirkan seluruh Kaum Muslimin yang bukan Syi’ah dan itu tersebar luas dalam kitab-kitab Induk Agama Syi’ah. Apakah itu Tidak Kafir ?????
  • Dan dalam Kitab-kitab Syi’ah dikatakan bahwa Ahlus Sunnah Itu adalah Musuh-musuh Allah dan musuh Ahlul Bait yang halal darahnya dan Wajib dibunuh !!!!!???????? Dan itu sudah Mereka Realisasikan di Iran dan di Iraq, yang mana Kaum Muslimin dibunuhi dan dibantai dengan sungguh biadab, dan sekarang sedang terjadi di Suriah (Bumi Syam) di bawah Rezim Fir’aun Bashar Assad Laknatullah… Apakah Itu Tidak KAAFIIRR ??????!!!!!!!!!!!!
  • Syi’ah mengatakan dan meyakini Ali adalah Reinkarnasi Tuhan, apakah itu Tidak Kafir ????????
  • Syiah menghalalkan Zina atas nama Nikah Mut’ah, apakah itu tidak Kafir??????
  • Masalah kenapa Syiah boleh berhaji ke Arab Saudi, itu kan Trik Licik Syiah saja. Jawabannya : Karena di KTP dan PASPOR Orang-orang Syi’ah itu tertulis “Agama Islam”, bukan “Agama Syi’ah”. Kalau seandainya di KTP dan di PASPOR orang-orang Syi’ah tertulis “Agama:Syi’ah”, Saya yakin PASTI Pemerintah Arab Saudi MELARANG orang-orang KAFIR Syi’ah masuk Saudi.
  • Lalu anda mengatakan bahwa Khomaini (Imam Syi’ah) “melarang mencaci maki Sahabat”.?????? Hehehehe….perkataan Khomaini dari HONGKONG !!!!!! Itu Taqiyyah, Pura-pura. Saya punya Kitab-kitab Syiah dan Kitab-kitab Khomaini yang berbahasa Arab dan bahasa Persia. Anda jangan jadi Korban Taqiyyah Syi’ah. Jelas-jelas di dalam Kitab-kitabnya Khomaini sering melaknat dan mencaci maki Sahabat Nabi dan Ummahatul-Mukminin… di antara Perkataan Khomaini adalah “Aisyah dan Hafshah Itu LEBIH NAJIS dan HINA daripada Anjing dan BABI”.Dan Saya (Abu Husein At-Thullaibi) bersumpah, Saya SIAP di LAKNAT Allah di Dunia dan di Akhirat bila Khomaini tidak berkata Demikian. 
Lagian, kalau memang Syiah menganggap bahwa mencaci maki sahabat Nabi bukanlah Islam, Lantas mengapa mereka (Pendeta-pendeta Syi’ah dan Orang-orang Syi’ah) kalau shalat (dan shalat mereka hanya 3 waktu, bukan 5 waktu) tetap saja berdo’a melaknat Para Sahabat (khususnya Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu’anhuma) dan Ummahatul- Mukminin (Khususnya Aisyah dan Hafshah) ?????!!!!!! Kenapa?????? 

Masih dalam tulisan Abu Husein, ia mengingatkan agar WASPADA  karena Syi’ah punya Ajaran yang namanya ‘Taqiyyah’, yaitu BOHONG alias menyembunyikan Kesyi’ahannya BILA berhadapan atau berinteraksi dengan orang yang bukan Syi’ah, khususnya bila berada di Negara yang mayoritas Ahlus Sunnah. Sedang di Negara dengan mayoritas penganut Syi’ah seperti Iran, maka Tidak Ada yang namanya Taqiyyah. “Mereka Terang-terangan memaki-maki Para Sahabat !!!!!” 

Abu Husein kemudian melanjutkan sejumlah “pertanyaan-pertanyaan” (baca: jawabannya) :
  • Mengapa di Iran (dan di luar Iran) tersebar luas buku / kitab dalam Bahasa Arab dan Persia yang Judulnya “UMAR BIN KHATHAB SEORANG HOMO SEXUAL” ???????!!!!!!!!!!!!! Tolong jawab……kok tidak ditarik dari Peredaran Kitab tersebut ???????
  • Thoyyib... sekarang Saya Tanya lagi; Kenapa Pabrik2 Keset Kaki di Iran Mencetak dan Membuat Keset Itu dengan bertuliskan Nama Abu Bakar dan Umar ????? Anda Bayangkan; keset2 kaki di Iran itu Bertuliskan Nama Abu Bakar dan Umar !!!!!?????????
  • Kemudian, Kalau Memang mereka Mengaggap bahwa Mencaci maki Para Sahabat Itu bukanlah Islam, lantas mengapa Orang-orang Syi’ah Merayakan hari Meninggalnya Umar Bin Khathab Karramallaahu Wajhah dengan Perayaan bersenang-senang??????
  • Dan mengapa mereka Merayakan Hari meninggalnya Aisyah dengan perayaan Bergembira Seperti Idul Fitri???????
  • Mengapa Orang-orang Syiah di Iran Beribadah Mengelilingi (Tawaf) Di Kuburan Fairuz Abu Lu’lu’ah Laknatullah (Orang Majusi Pembunuh Umar)??????? Mengapaa?????????
  • Tanyakan Kepada presiden Iran (yang lalu) Mahmod Ahmadinnejed Al-Kadzdzab, Si Munafiq Zindiq Musuh Allah dan Rasul-Nya !!!!!!???????
  • Dan kenapa Amirul Mukmin Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu MEMBAKAR hidup-hidup Orang-orng Syi’ah di masanya????????? Bayangkan: Sayyidina ‘Ali bukan hanya mengkafikan Orang Syi’ah, tapi Membakarnya..???!!!
  • Terakhir, Orang-orang Syi’ah punya Trik Licik ketika Kebiadaban dan Kesesatan mereka dibongkar oleh Ahlus Sunnah melalui kitab-kitab mereka Sendiri. Mereka akan mengatakan : “Itu kan kitab cetakan yang ini, itu salah, yang bener itu cetakan yang ini..dan seterusnya”. Begitulah Syi’ah Laknatullah menipu Ummat Islam.”
 Tulisan Abu Husein ini bagi saya menarik dan cukup untuk mendeskripsikan – atau tepatnya melengkapi deskripsi tentang -- letak KESESATAN dan KEKUFURAN Syiah dilihat dari sudut pandang Islam (meskipun sesungguhnya masih banyak poin-poin lain yang tidak diungkap di sini, seperti tudingan kaum Syiah bahwa Al-Qur’an yang ada di tangan umat muslim saat ini sebagian sudah dipalsukan oleh para sahabat). Karena itu saya tertarik mendokumentasikannya seperti ini -- dengan cara saya -- tidak lain dengan niat dalam rangaka ikut menyebar-luaskan kebenaran Islam yang haq. Bagi pembaca yang tertarik membaca tulisan aslinya bisa langsung ke http://nahimunkar.com/soal-mengkafirkan-syiah/. Semoga bermanfaat!

*****